Susah Tangkap Audio? Ini Tips dan Trik Jitu Kuasai Sesi Listening IELTS!
METRO – Dari empat komparasi kompetensi yang diuji dalam International English Language Testing System (IELTS), sesi Listening (Mendengarkan) seringkali menjadi penentu awal psikologis peserta. Tantangan utamanya sangat jelas: rekaman audio hanya akan diputar satu kali untuk 40 pertanyaan yang terbagi dalam 4 bagian. Sekali fokus Anda pecah, maka poin-poin berikutnya bisa ikut melayang.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, para ahli dan tutor IELTS membagikan strategi khusus agar Anda bisa meraih skor band maksimal (hingga band 8.0 - 9.0) khusus di bagian Listening. Berikut adalah tips dan trik jitu yang wajib Anda kuasai:
1. Maksimalkan Waktu "Golden Seconds" Sebelum Audio Berputar
Sebelum audio utama dimulai, narator akan memberikan waktu sekitar 30–45 detik untuk membaca soal. Jangan gunakan waktu ini untuk melamun atau sekadar menunggu.
-
Prediksi Jenis Jawaban: Analisis ruang kosong pada soal. Tebak apakah jawaban yang diminta berupa nama orang, angka/nomor telepon, tanggal, harga, atau kata benda/kerja.
-
Lingkari Kata Kunci (Keywords): Cari kata-kata penting di sekitar soal (seperti kata sifat, tempat, atau waktu) yang akan menjadi penanda bahwa jawaban akan segera diucapkan di audio.
2. Waspadai Perangkap "Distractors" (Pengecoh)
Ini adalah trik paling klasik dalam IELTS Listening. Pembicara dalam audio sering kali mengoreksi atau mengubah pernyataan mereka di tengah percakapan.
-
Contoh: Pembicara A berkata, "We will meet at 7 PM." Lalu pembicara B merespons, "Oh wait, I have a meeting until 7:30, so let's make it 8 PM."
-
Triknya: Jangan terburu-buru menulis jawaban pertama yang Anda dengar. Dengarkan kalimatnya sampai selesai untuk memastikan tidak ada pembatalan informasi.
3. Kuasai Padanan Kata (Paraphrasing & Synonyms)
Pertanyaan yang tertulis di lembar soal hampir tidak pernah sama persis dengan kata-kata yang diucapkan dalam audio.
-
Jika di lembar soal tertulis "The price is discounted", di audio pembicara mungkin akan berkata "It's on sale" atau "The price has been slashed".
-
Triknya: Perkaya kosakata (vocabulary) Anda dengan mempelajari sinonim secara konsisten selama masa persiapan. Jangan hanya mencari kata yang sama, tapi carilah makna yang sama.
4. Jaga Fokus Mengikuti Alur Perkataan (Signposting Words)
Pembicara dalam audio sering menggunakan kata penanda (signposting words) untuk beralih dari satu topik ke topik berikutnya. Jika Anda peka, kata-kata ini adalah petunjuk besar posisi soal Anda saat ini.
-
Perhatikan kata seperti: Moving on to... (pindah ke bab baru), Secondly... (poin kedua), In addition... (tambahan), atau On the other hand... (argumen sebaliknya).
5. Aturan Penulisan: Jangan Sepelekan Spasi dan Huruf Kapital
Jawaban yang benar secara audio bisa disalahkan oleh sistem komputer atau pemeriksa jika penulisan ejaannya (spelling) keliru.
-
Perhatikan Instruksi: Jika perintahnya "NO MORE THAN TWO WORDS", maka menulis tiga kata otomatis salah.
-
Huruf Kapital: Nama orang, nama jalan, hari, dan bulan harus diawali huruf kapital (Contoh: Saturday, bukan saturday). Jika ragu, Anda aman menuliskan seluruh jawaban dengan HURUF KAPITAL SEMUA.
Tip Latihan: Jangan hanya berlatih mendengarkan aksen British. Audio IELTS menggunakan aksen internasional yang beragam, mulai dari American, Australian, Canadian, hingga New Zealand. Biasakan telinga Anda dengan mendengarkan podcast atau berita (seperti BBC atau ABC) dari berbagai negara tersebut tanpa teks terjemahan. Selamat berlatih!
