Eksplorasi Bahasa TikTok, Mahasiswa dan Dosen UM Metro Terbitkan Artikel di Jurnal Lingual Universitas Udayana SINTA 4
METRO – Fenomena perkembangan bahasa di media sosial terus menjadi topik hangat dan menarik untuk diteliti. Komitmen dalam mengembangkan riset di bidang kebahasaan kembali ditunjukkan oleh civitas akademika Universitas Muhammadiyah (UM) Metro melalui publikasi ilmiah terbaru yang mengkaji tentang pergeseran makna bahasa gaul (slang) emosional di platform TikTok.

Artikel ilmiah yang berjudul "From Literal Meaning to Emotional Expressions: A Semantic Change of Emotional Slangs in Tiktok Comments" ini resmi diterbitkan pada Mei 2026. Penelitian ini merupakan kolaborasi apik antara mahasiswa dan dosen, yang ditulis oleh Wefi Putri Dabhita bersama dua dosen pembimbing, Dedy Subandowo, PhD dan Drs. Eko Siagiyanto, M.Pd.
Terbit di Jurnal Kebahasaan Bereputasi SNTA 4
Riset mendalam mengenai bahasa digital ini berhasil menembus Lingual: Journal of Language and Culture (Volume 19, Nomor 1, Halaman 1-9). Jurnal ilmiah bereputasi ini dikelola dan diterbitkan secara resmi oleh Jurusan Sastra Inggris, Universitas Udayana, Bali.
Membedah Pergeseran Makna Slang di Kolom Komentar TikTok
Penelitian yang dilakukan oleh Wefi dan tim berfokus pada analisis semantik (makna bahasa). Platform TikTok yang didominasi oleh pengguna muda melahirkan berbagai kosakata baru atau penggunaan kata lama dengan arti yang sama sekali berbeda dari makna kamus (makna literal).
Riset ini mengupas bagaimana kata-kata slang tertentu yang awalnya memiliki arti harfiah, kini telah bergeser fungsinya menjadi alat ekspresi emosional yang intens di kolom komentar TikTok. Perubahan semantik ini merefleksikan bagaimana interaksi digital yang cepat memengaruhi cara manusia modern menyampaikan perasaan, mulai dari rasa kagum, keterkejutan, humor, hingga rasa frustrasi.
Wujud Konsistensi Riset Bahasa Digital
Keberhasilan publikasi riset ini semakin mengukuhkan posisi program studi bahasa di UM Metro sebagai salah satu yang aktif memotret dan menganalisis fenomena kebahasaan mutakhir (cyber-linguistics). Kolaborasi antara Wefi Putri Dabhita, Dedy Subandowo, dan Eko Siagiyanto ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi perkembangan ilmu sosiolinguistik dan semantik, sekaligus menjadi referensi penting dalam memahami kultur komunikasi generasi muda di media sosial.
Selamat kepada para penulis atas capaian akademis yang membanggakan ini! Semoga menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengamati fenomena sekitar dan menuangkannya ke dalam karya ilmiah yang diakui secara nasional.
Link artikel : https://ejournal3.unud.ac.id/index.php/languange/article/view/2131
Abstract
This study examines the semantic changes and emotional functions of emotional slang in TikTok comments from 2024 to 2025. Using a qualitative descriptive approach, five TikTok comments were analyzed using Ullmann's semantic change theory and Martin and White's Evaluation Theory. The results show that slang undergoes systematic semantic processes, such as amelioration, pejoration, and widening, which transform literal meanings into emotional expressions. These emotional meanings function in the domains of Affect, Judgment, and Appreciation, enabling users to express personal feelings, evaluate behavior, and convey admiration. This study concludes that semantic change in emotional slang is a socially driven process that strengthens emotional expression and interpersonal communication in digital discourse.